KTi-SKRIPSI KEPERAWATAN http://kti-skripsikeperawatan.com KTi-SKRIPSI KEPERAWATAN Solusi Mudah tugas akhir bagi Mahasiswa Keperawatan Sat, 4 Sep 2010 14:19:15 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://kti-skripsikeperawatan.com http://kti-skripsikeperawatan.com/images/logo.gif KTi-SKRIPSI KEPERAWATAN 10 TIPS MENYUSUN TUGAS AKHIR http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6150 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6150 Sun, 18 Apr 2010 08:37:19 +0700 Admin Informasi http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6150 Tugas Akhir seperti KTI, Skripsi, Thesis, Disertasi, dan lainnya mungkin menjadi momok bagi sebagian besar mahasiswa di penghujung masa perkuliahan (semester akhir), namun tidak bagi mereka yang sudah pernah mendengar bahkan membuat sendiri atau mengonsep tugas akhir tersebut. Dalam hal ini tidak dipungkiri bahwa sebelum membuat tugas akhir setidaknya perlu memperhatikan beberapa tips sebagai berikut:

1. Cari Judul yang mudah dimengerti dan dipahami
Judul yang mudah dimengerti dan dipahami adalah judul yang mengandung unsur 5W+1H (What, Where, When, Why, Who + How). Artinya judul tidak perlu panjang lebar namun mengandung makna serta menjelaskan adanya unsur-unsur tersebut (apa, dimana, kapan mengapa siapa dan bagaimana). Jadi setiap orang yang baru pertama kali melihat dapat langsung mengerti dan paham apa maksud dan tujuan judul tersebut.

2. Sumber atau Referensi yang mudah diperoleh
Setelah memiliki judul yang tepat, tentunya kita harus menentukan sumber-sumber atau bahan acuan yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan tugas akhir tersebut, sehingga selama penyusunan tugas akhir kita tidak memiliki hambatan. Selain mudah didapatkan sumber yang digunakan sebaiknya berasal dari buku-buku terbaru (setidaknya 3-5 tahun terakhir), artikel-artikel berupa hasil penelitian, maupun tulisan yang bersumber dari oplah, dokumen, laporan maupun buku dengan editor juga dapat digunakan sebagai acuan (tulisan-tulisan dari internet dapat digunakan, namun sebaiknya telusuri terlebih dahulu sumber aslinya karena di internet setiap orang bisa menulis apa saja).

3. Gaya Bahasa yang digunakan
Tugas akhir merupakan gambaran suatu karya ilmiah yang dapat digunakan untuk menilai karakteristik si penulis baik dari segi bahasa penulisan maupun gaya penyampaian. Untuk itu biasakan diri anda untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sudah baku sesuai EYD=Ejaan yang disempurnakan. Jika gaya bahasa penulisan mudah dicerna dan dipahami, maka setiap pembaca akan dapat langsung mengerti tujuan penyampaian yang diinginkan penulis dan sebaliknya pembaca-pun akan merasa kesulitan jika gaya bahasa yang digunakan dalam penulisa tidak tepat bahkan terkesan semrawut.

4. Pengetikan
Umumnya semua mahasiswa sudah bisa mengetik, namun tidak semua mahasiswa bisa mengetik dengan baik dan benar. Bahkan masih sering ditemui mahasiswa lulusan sarjana mengetiknya masih berantakan (maaf terlalu kasar), hal ini sangat jarang diperhatikan, tugas akhir tentunya harus memiliki bobot pengetikan yang baik pula sehingga pandangan miris terhadap penulis dapat dihindari.

5. Program Aplikasi
Untuk mempermudah penyusunan tugas akhir anda, sebaiknya gunakan program aplikasi olah bahasa dan data yang sudah familiar seperti Word, Excel, Power Point, serta SPSS. Jangan sesekali mencoba menggunakan program aplikasi yang banyak orang belum mengerti.

6. Backup Data
Meskipun hampir semua mahasiswa memiliki media penyimpanan seperti flashdisk, diskdrive, dan sebagainya. Namun tidak jarang yang masih ditemui mengeluh karena kehilangan data baik yang disebabkan karena virus dan lainnya. Untuk itu jangan segan-segan menyalin data anda secara rutin (setidaknya setiap satu minggu sekali dilakukan backup data). Jika perlu setiap anda berkunjung ke rumah teman anda, mintalah izin untuk menyalin data anda.

7. Karakteristik Dosen Pembimbing
Setelah anda tahu siapa dosen pembimbing anda sebaiknya terlebih dahulu anda harus mencari tahu bagaimana karakteristik dosen pembimbing anda (apakah ia idealis, perfectionis, bengis, atau killeris). Caranya dengan banyak bertanya pada senior-senior yang sudah lulus atau bahkan dosen lainnya bagaimanakah dia, maunya bagaimana, biasanya bagaimana, dan seterusnya.

8. Menentukan rancangan atau desain penelitian
Kendala yang umumnya ditemui setelah judul diterima atau di ACC adalah rancangan penelitian yang akan digunakan, apakah deskriptif, eksploratif, analitik, maupun ekperimental. Jika dilihat secara keseluruhan rancangan tersebut maka pendekatan yang dapat digunakan adalah cross sectional atau longitudinal. Karena hingga saat ini antara penelitian deskriptif dan analitik masih ditemukan pendekatan dengan mengunakan rancangan tersebut.

Perlu diingat bahwa jika kita ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan timbulnya penyakit atau masalah yang belum diketahui maka dapat digunakan rancangan eksplorasi case control. Namun sebaliknya jika ingin mengetahui tentang jumlah atau keadaan penyakit tertentu dalam suatu kelompok populasi maka rancangan yang tepat adalah deskriptif cross sectional.

9. Variabel apa yang digunakan
Seperti diketahui bahwa di dalam suatu judul penelitian terdapat beberapa variabel yang tampak seperti halnya sebab akibat, ada variabel yang menyebabkan/ mempengaruhi dan ada yang dipengaruhi. Secara umum penelitian untuk tingkat diploma maupun sarjana dan pasca sarjana serta doktoral dibedakan atas tiap-tiap variabelnya. Apakah variabel yang akan digunakan berupa independen, dependen, moderator, intervening atau variabel kontrol. Pastikan kita tidak keliru menentukan variabel yang akan digunakan dalam penelitian.

10. Populasi dan Sampel
Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, karena populasi atau sampel merupakan gambaran objek/subjek yang akan diteliti apakah dapat mewakili untuk diteliti atau tidak.

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
PENGATURAN DIET PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA 2121 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6149 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6149 Sun, 18 Apr 2010 08:31:11 +0700 Admin SKRIPSI Keperawatan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6149 ABSTRAKS

 

…….., 2008. Pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di RW 02 Desa 2121 Kecamatan AAA Kabupaten BBB. 

Kata kunci: Pola diet, hipertensi, lansia.

 

Proses penuaan secara fisiologis membawa konsekwensi terhadap perubahan dan gangguan pada sistem kardiovaskuler, antara lain terjadinya penyakit hipertensi. Hipertensi pada lansia diharapkan bisa dikendalikan melalui pengaturan pola makan atau diet yang tepat, sehingga hipertensi dapat terkontrol dan dampak yang ditimbulkan oleh hipertensi tersebut dapat diminimalisasi. Namun fakta dilapangan menunjukkan gejala yang sebaliknya. Masyarakat belum memahami cara pengaturan diet dan pola makan (diet) yang tepat, sehingga kasus hipertensi bukannya berkurang, tapi justru semakin meningkat, bahkan bisa timbul kasus lain yang justru dapat memperberat hipertensi seperti malnutrisi yang terjadi akibat pembatasan makanan berlebihan untuk mencegah hipertensi. Melihat uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di RW 02 Desa 2121 Kecamatan AAA Kabupaten BBB.

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi lansia yang menderita hipertensi di  RW 02 Desa 2121 Kecamatan AAA Kabupaten BBB. Jumlah sampel adalah 32 orang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dilakukan pada bulan Juli 2008. Data dianalisa secara deskriptif dengan rumus prosentase.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pola pengaturan diet 71,9% responden biasa menambahkan bumbu-bumbu masakan seperti kecap, terasi, saus sambal dan lain-lain. Sedangkan jenis diet yang biasa dikonsumsi, 93,8% responden biasa mengkonsumsi tempe dan 96,9% responden biasa menggunakan bawang merah sebagai bumbu masaknya. Pola diet yang kurang sesuai adalah kebiasaan menambahkan bumbu-bumbu masakan seperti kecap, vetsin, terasi, saus sambal (71,9% responden). Penggunaan bumbu-bumbu masak tersebut tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi karena banyak mengandung garam natrium (sodium). Hasil penelitian ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang sebagian besar (53,1%) tidak sekolah. Pendidikan kesehatan hendaknya diberikan pada lansia dengan hipertensi  agar mereka mampu memahami permasalahan yang mereka alami dan solusi pemecahannya.

5 BAB, 70 halaman,

Literatur : 1998-2008

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
Asuhan Keperawatan Pada Tn. K Dengan Gangguan Sistem Pencernaan Akibat Gastroenteritis Akut Di Ruang Parkit Rumah Sakit 2020 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6148 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6148 Sun, 18 Apr 2010 08:20:42 +0700 Admin KTI Keperawatan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=6148

 

IV bab, 93 halaman, 2 lampiran

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pencernaan akibat Gastroenteritis Akut dilatarbelakangi dengan tingginya angka kesakitan di Ruang Parkit Rumah Sakit 2020, selama bulan Mei 2008-April 2009, tercatat sekitar 32,13 % atau 107 orang yang mengalami penyakit Gastroenteritis Akut dari semua kasus sistem pencernaan yang ada. Tujuan penulisan karya tulis ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif meliputi aspek bio-psiko-sosial-spiritual pada klien dengan Gastroenteritis Akut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Gastroenteritis Akut adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala muntah dan BAB cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang diakibatkan oleh infeksi alergi dan tidak toleransi terhadap makanan tertentu. Masalah keperawatan yang muncul dalam pembuatan karya tulis ini adalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan, gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan pemenuhan istirahat dan tidur, gangguan rasa aman cemas. Setelah dilakukan perawatan selama lima hari, hanya empat masalah yang teratasi yaitu gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan, gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan pemenuhan istirahat dan tidur, dan gangguan rasa aman cemas, sedangkan gangguan pemenuhan  kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh hanya teratasi sebagian karena memerlukan penanganan yang berkesinambungan dengan didukung asupan nutrisi dalam porsi sedikit tapi sering. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan ini adalah untuk mendapatkan hasil keperawatan yang optimal diperlukan pelaksanaan yang komprehensif meliputi bio-psiko-sosial-spiritual serta perlu adanya koordinasi dan kerjasama seluruh tim kesehatan dalam melaksanakan perawatan dan pengobatan dengan tetap melibatkan klien dan keluarga.

 

Daftar Pustaka : 12 (1999-2009)

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
Mengenal Populasi dan Sampel http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5778 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5778 Wed, 24 Mar 2010 11:20:08 +0700 Admin Informasi http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5778

Populasi dan Sampel

 

Secara umum dapat diartikan bahwa populasi adalah kumpulan semua individu dalam suatu batas tertentu. Kumpulan individu yang akan diukur atau diamati ciri-cirinya disebut populasi studi. Bila penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh individu dalam populasi, tetapi hanya diambil sebagian maka bagian tersebut dinamakan sampel. Individu dalam populasi studi tersebut dinamakan unit dasar.

Populasi studi ditentukan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Cara pengambilan sampel serta besarnya sampel sangat penting artinya dalam penelitian karena hasil pengamatan yang dilakukan pada individu dalam sampel digunakan untuk menafsirkan keadaan populasi dimana sampel tersebut diambil.

Berdasarkan besarnya, populasi dibagi menjadi populasi besar dan populasi kecil.

Populasi besar atau populasi tak terhingga adalah populasi yang memiliki jumlah individu sedemikian banyaknya sehingga sulit untuk tidak mungkin diketahui jumlahnya. Populasi dengan jumlah unit dasar yang tidak banyak hingga mudah untuk dihitung disebut kecil atau populasi terbatas. Untuk populasi kecil tidak terdapat suatu patokan yang baku. Untuk jelasnya dapat diberikan sebuah contoh sebagai berikut.

Bila kita akan mengadakan penelitian tentang pengalaman akseptor KB dalam pemakaian alat kontrasepsi di suatu Kabupaten, maka semua duduk dalam Kabupaten tersebut adalah populasi umum, sedangkan semua ibu-ibu pasangan usia subur peserta KB yang terdapat di Kabupaten tersebut adalah populasi studi. Bila kita ambil sebagian dari akseptor KB yang akan diteliti pengalaman pemakaian kontrasepsinya maka sebagian ibu-ibu tersebut disebut sampel dan ibu pasangan usia subur disebut sebagai unit dasar.

Hasil pengamatan pada sampel ini akan diekstrapolasikan kepada populasi studi, yaitu semua ibu-ibu pasangan usia subur yang akan menjadi akseptor KB di Kabupaten tersebut.

Karena pengamatan hanya dilakukan terhadap sebagian (sampel) dari populasi studi, maka hasilnya tidak sama dengan seluruh populai studi. Perbedaan ini disebut kesalahan sampling (sampling error). Jadi, yang dimaksud dengan kesalahan sampling ialah perbedaan antara hasil sampel dengan hasil sensus yang dilakukan dengan cara yang sama, pada populasinya yang sama, dan oleh pewawancara yang sama.

Kesalahan lain yang tidak berkaitan dengan pengambilan sampel disebut kesalahan tak sampling (non-sampling error). Hal ini berarti bahwa baik hasil sampel maupun sensus terdapat kesalahan yang sama. Hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan kesalahan tak sampling antara lain sebagai berikut:

1. Batasan unit dasar yang kurang tepat. Misalnya, pada suatu penelitian tentang obat untuk infark miokard, dimana orang dengan keluhan nyeri dada diambil sebagai unit sampel, meskipun kita ketahui bahwa tidak semua nyeri dada disebabkan infark miokard.

2. Jawaban responden yang salah (respons error) pada sampling survey dengan teknik wawancara atau angket. Hal ini dapat timbul secara tidak sengaja, misalnya mengisi umur anak 4,5 tahun dengan 45 tahun, tetapi hal ini kadang-kadang dilakukan serta sengaja dengan maksud tertentu. Misalnya, dengan sengaja tidak mengaku sebagai akseptor KB karena dilarang suaminya. Respons error dapat pula timbul karena kurangnya informasi tentang hal yang diteliti atau responden yang harus mengingat kejadian masa lampau, misalnya kapan bapak mulai merokok.

3. Kesalahan pada ruang lingkup karena kesalahan dalam batas dan lokasi. Misalnya, dipilih suatu Kecamatan padahal Kecamatan tersebut telah berubah karena sebgian desanya dikembangkan menjadi Kemantren.

4. Kesalahan dalam pengolahan data yang disebabkan human error dan lain-lain.

5. Kesalahan alat ukur yang digunakan dan lain-lain.

Penyimpangan atau kesalahan lain yang dapat timbul dalam suatu penelitian disebut bias. Bias ialah perbedaan antara hasil sesungguhnya dalam populasi dengan hasil semua sampel yang berasal dari populasi tersebut.

Hal-hal yang dapat menimbulkan bias adalah sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam pemilihan unit dasar, yaitu unit dasar yang berbeda dengan tujuan penelitian. Misalnya penelitian tentang pemilikan jamban keluarga, dengan unit sampel murid-murid sekolah. Kesalahan tersebut timbul karena ada keluarga yang memiliki seorang anak yang menjadi murid di sekolah tersebut, tetapi ada pula yang memiliki lebih seorang hingga memungkinkan terjadi estimasi yang berlebih (bias) karena setiap murid diperlakukan sama sebagai responden.

Ada dua cara untuk menghindari terjadinya hal tersebut, yaitu sebagai berikut:
a. Mengambil kepala keluarga sebagai unit sampel
b. Mengambil murid yang merupakan anak pertama sebagai unit sampel

2. Untuk penelitian terhadap ciri individu dilakukan pengambilan sampel keluarga dan masing-masing keluarga diambil satu anggota keluarganya sebagai responden. Bias dapat timbul bila dalam suatu keluarga terdapat lebih dari satu orang dewasa, tetapi hanya satu yang diambil sebagai sampel. Misalnya, suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang sistem pelayanan kesehatan di suatu daerah maka keluarga dengan lebih dari satu orang dewasa akan kurang terwakili dibandingkan dengan keluarga yang hanya memiliki seorang dewasa.

3. Bias dapat pula timbul bila kita mengambil unit terdekat sebagai pengganti non-respons karena ciri unit pengganti belum tentu sama dengan unit non-respons.

4. Non-respons pada pengumpulan data secara angket dianggap memiliki ciri yang sama dengan ciri responden yang mengembalikan angket.

5. Bias dapat pula timbul pada pengambilan sampel non-random.

6. Spesifikasi kurang jelas pada unit sampel, misalnya pendidikan anak antara 8-10 tahun. Disini tidak dijelaskan apakah umur 10 tahun itu termasuk populasi studi atau termasuk juga anak yang kebetulan berada di daerah tersebut.

 

 

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI AKIBAT DENGUE HAEMORAGIC FEVER (DHF) DI RUANG D3 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 1919 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5777 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5777 Wed, 24 Mar 2010 10:50:24 +0700 Admin SKRIPSI Keperawatan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5777 ABSTRAK

 

 

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI AKIBAT DENGUE HAEMORAGIC FEVER (DHF) DI RUANG D3 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIBABAT CIMAHI

 

4 bab, 69 halaman, 2 lampiran

 

Karya tulis ini membahas tentang asuhan keperawatan pada Tn. S gangguan sistem hematologi akibat Dengue Haemoragic Fever (DHF). Hal yang melatarbelakangi pengambilan kasus ini, penulis merasa tertarik dikarenakan berdasarkan data yang diperoleh, DHF menempati urutan pertama dari penyakit sistem pencernaan lainnya, yaitu : 181 orang dari 323 orang yang menderita penyakit sistem hematologi, atau sekitar 56%. Memperoleh pengalaman yang nyata dalam memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif pada klien dengan DHF dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode penulisan dalam penyusunan karya tulis ini, penulis menggunakan metode deskriptif partisipatif. DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lainyang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara Efidemik. Masalah keperawatan yang biasa muncul adalah kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan, muntah dan demam, perubahan perfusi jaringan ferifer berhubungan dengan perdarahan, perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah dan tidak ada nafsu makan, gangguan rasa aman: cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit anaknya, hipertermia berhubungan dengan proses infeksi. Masalah keperawatan yang muncul terjadi pada Tn. S adalah resiko terjadi perdarahan berhubungan dengan penurunan faktor pembekuan darah akibat virus dengue, pemenuhan kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi berhubungan dengan adanya anoreksia dan mual, gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur berhubungan dengan teraktivitasnya RAS akibat adanya stimulus internal. Penulis mengangkat tiga diagnosa yang ditemukan. Kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan asuhan keperawatan secara langsung adalah hasil asuhan keperawatan yang optimal dapat dicapai jika ada kerjasama dengan tim kesehatan lainnya. Saran untuk perawat ruangan yaitu sistem pelayanan yang diberikan dititik beratkan agar mampu memperdayakan keluarga melalui pendidikan kesehatan dan bimbingan. Untuk institusi Diharapkan menyediakan literatur-literatur yang lebih banyak khususnya perawatan tentang sistem hematologi, dan alat-alat yang menunjang sebagai pelayanan dalam melakukan asuhan keperawatan.

 

Daftar pustaka : 11 buah ( 1999-2009 )

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/