KTi-SKRIPSI KEPERAWATAN http://kti-skripsikeperawatan.com KTi-SKRIPSI KEPERAWATAN Solusi Mudah tugas akhir bagi Mahasiswa Keperawatan Thu, 11 Mar 2010 04:26:37 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://kti-skripsikeperawatan.com http://kti-skripsikeperawatan.com/images/logo.gif KTi-SKRIPSI KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI NY. M USIA NEONATUS (4 HARI) DENGAN HIPERBILIRUBIN DI RUANG KUTILANG RUMAH SAKIT 1717 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5377 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5377 Tue, 2 Mar 2010 05:00:12 +0700 Admin KTI Keperawatan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5377

4 bab,  81 halaman,   2 lampiran

 

Pengambilan judul “Asuhan Keperawatan Pada Bayi Ny. M Usia Neonatus (4 Hari ) dengan Hiperbilirubin di Ruang Kutilang Rumah Sakit 1717” dilatarbelakangi oleh angka kejadian hiperbilirubin yang tinggi yaitu sekitar 78,94% dari semua kasus bayi resiko tinggi. Adapun tujuan penulis adalah ingin memperoleh gambaran dalam memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif yang meliputi aspek bio – psiko – sosio – spiritual pada neonatus dengan hiperbilirubin melalui pendekatan proses keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi dan evaluasi. Metpde yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode deskriptif yang berbentuk studi kasus dengan pedekatan kepeerawatan. Hiperbilirubin adalah meningkatnya kadar bilirubin dalam darah yang nilainya lebih dari normal. Masalah yang mungkin muncul pada kasus hiperbilirubin adalah Resiko injuri (internal), perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan, gangguan integritas kulit, gangguan rasa aman cemas keluarga, resiko injuri pada mata. Data – data yang muncul pada Bayi Ny.M saat pengkajian adalah warna kulit kuning, kulit kering, penurunan refleks menghisap, penutup mata tidak tepat menutupi mata saat dilakukan fototherapi, adapun masalah yang timbul pada kasus adalah : perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan , gangguan integritas kulit, gangguan rasa aman cemas keluarga, resiko injuri pada mata. Keterlibatan orang tua mempermudah penulis dalam memberikan asuhan keperawatan pada Bayi Ny.M. Masalah yang muncul pada teori tidak sepenuhnya muncul pada kasus By.Ny.M, begitupun sebaliknya. Intervensi dan implementasi penulis laksanakan sesuai dengan masalah yang muncul. Penulis mampu untuk melaksanakan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi pada kasus By.Ny.M

 

Daftar Pustaka : 11 buah (1999-2009)

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
Asuhan Keperawatan pada Klien Ny. A dengan gangguan system cardiovaskuler : Decompensatio cordis di ruang Dahlia RS 1616 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5376 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5376 Tue, 2 Mar 2010 04:56:17 +0700 Admin KTI Keperawatan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5376

Penyakit kardiovaskular di Amerika Serikat merupakan epidemic. lebih dari seperempat orang Amerika terkena penyakit ini baik yang menyerang jantung atau pembuluh darah. Kira-kirakematian 1 juta pertahun dihubungkan dengan gangguan kardivaskuler. Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian utama di Negara ini. Menurut American Heart Association, di Amerika Serikat ada 1 kematian akibat penyakit kardiovaskuler tiap 32 detik.

Penyakit kardiovaskuler yanga memiliki angka kematian dan kesakitan yang tinggi diantaranya adalah gagal jantung.

Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan (PPrice and Wilson 1994:583)

Usaha utama untuk mengendalikan penyakit kardiovaskuler adalah dengan pencegahahn primer. Walaupun patogenesis pasti dari banyak penyakit kardiovaskuler tetap tidak diketahui, mengendalikan faktr resiko melalui faktor penyaring yang efekti, dan memberikan pendidikan p;ada masyarakat dapat berpengaruh dalam menurunka kematian dan kesakitan akibat penyakit jantung. Penekanan sesungguhnya harus ditujukan pada pencegahan dan bukan  pengobatan terhadap penyakit yang sudah ada; kematian dan cacat sisa yang diakubatkan oleh penyakit kardiovaskuler adalah terlalu embahayakanjika harus ditunggu dampai penyakit timbul.

 

 

 

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT 1515 TAHUN 2006 (Analisis Data Sekunder) http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5375 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5375 Tue, 2 Mar 2010 04:48:43 +0700 Admin SKRIPSI Keperawatan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5375

xii + 42 hal + 9 tabel + 5 lampiran + 2 gambar

 

cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu yang bersalin di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Kota Bandar Lampung tahun 2006 yang berjumlah 302 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling

BBLR merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat mengakibatkan tingginya Angka Kematian Bayi yang merupakan salah satu indikator rendahnya derajat kesehatan masyarakat.

Penelitian ini dilakukan karena masih tingginya angka BBLR di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan

 

Data yang dianalisa meliputi kejadian BBLR sebagai variabel terikat, dan data umur, umur kehamilan, paritas, dan penyakit penyerta sebagai variabel bebas. Data tersebut diolah dan dianalisa menggunakan program komputer. Analisa data secara univariat ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas.

Dari penelitian didapatkan kejadian BBLR sebesar 22,5%. Analisa uji hipotesis dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan hubungan yang bermakna antara umur dan umur kehamilan dengan kejadian BBLR. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dan penyakit penyerta dengan kejadian BBLR.

Untuk menurunkan insidens BBLR disarankan agar Dinas Kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan mengenai BBLR pada masyarakat. Disamping itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai BBLR agar penurunan AKB menjadi lebih cepat, efektif dan efisien.

Daftar Pustaka : 21 (1993 - 2006)

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KB SUNTIK DI 1414 TAHUN 2008 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5233 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5233 Mon, 22 Feb 2010 11:51:59 +0700 Admin KTI Kebidanan http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5233 Laju pertambahan penduduk di Indonesia dimasa ini kurang mengembirakan. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan di Indonesia berdasarkan sensus tahun 2004 mencapai 1,26% sedangkan jumlah kelahiran pertahun 1000 penduduk mencapai 20,02%. Adanya program KB diharapkan ada keikutsertaan dari seluruh pihak dalam mewujudkan keberhasilan KB di Indonesia. Kontrasepsi hormonal seperti suntik memiliki daya kerja yang lama, tidak membutuhkan pemakaian setiap hari tetapi tetap efektif dan tingkat reversibilitasnya tinggi. Namun setiap metode kontrasepsi tentu mempunyai efek samping tersendiri, metode hormonal seperti suntik memiliki efek samping salah satunya adalah perubahan berat badan. Tujuan untuk mengetahui perbedaan berat badan ibu sebelum dan sesudah menggunakan KB suntik di 1414 tahun 2008. Desain penelitian ini bersifat analisis komparasi dengan pendekatan dua mean dependen (paired sample), teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mengalami kenaikan berat badan setelah menggunakan KB suntik yang ada di 1414 yaitu berjumlah 60 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara/langsung, yaitu dengan menggunakan timbangan berat badan. Analisa data univariat dan bivariat, yaitu dengan menggunakan uji-t. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berat badan responden yang ada di 1414 rata-rata (mean) sebelum diberikan suntikan KB adalah 54,77 dan rata-rata (mean) sesudah diberikan suntikan KB adalah 57,08 yang berarti rentang antara sebelum dan sesudah adalah (2,32). Ada perbedaan suntikan KB terhadap berat badan ibu di 1414 tahun 2008 (p value=0,000). Saran yang dapat penulis sampaikan bagi akseptor KB untuk dapat memanfaatkan fasilitas serta sarana dan prasarana yang diberikan oleh petugas kesehatan dalam menurunkan angka fertilitas dan menjarangkan kelahiran bayi salah satunya adalah dengan rutin melakukan menggunakan KB suntik tanpa harus khawatir secara berlebihan terhadap efek samping yang dapat ditimbulkan dari alat kontrasepsi KB seperti KB suntik.

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/
Penyusunan Tinjauan Pustaka http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5230 http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5230 Mon, 22 Feb 2010 11:43:51 +0700 Admin Informasi http://kti-skripsikeperawatan.com/?pg=articles&article=5230

 

Guna mendukung penetapan masalah penelitian dan pembahasan yang akan diungkapkan, maka diperlukan tinjauan pustaka atau teori yang adekuat. Sebab tinjauan pustaka atau teori akan mendasari pengungkapan masalah dan pembahasan hasil penelitian yang menyeluruh. Tinjauan literatur mencakup dua hal yaitu:

1. Tinjauan teori yang terkait dengan masalah yang akan diteliti
2. Tinjauan hasil penelitian terkait yang pernah dilakukan.

A. Tujuan Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka diperlukan dalam sebuah penelitian dengan tujuan untuk:
1. Mengetahui apakah penelitian yang akan dilaksanakan pernah dilakukan orang lain sehingga tidak terjadi duplikasi.
2. Mengetahui hasil penelitian orang lain dalam bidan yang sama, sehingga dapat memperluas wacara pembahasan penelitian nantinya.
3. Mempertajam penguasaan teori yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan.
4. Memperoleh informasi rancangan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain.

Dengan melakukan tinjauan pustaka maka diperoleh keuntungan beberapa hal penting berikut ini:
1. Mengarahkan pemahaman masalah penelitian, sehingga rumusan masalah penelitian dapat disusun dengan baik.
2. Membantu menentukan rancangan penelitian yang tepat, sehingga penelitian valid dan bermakna.
3. Menghindari pengutipan pndapat orang lain yang tidak tepat.
4. Membantu menyusun kerangka kerja penelitian

B. Tahapan Tinjauan Pustaka
1. Penelusuran Awal
Melakukan pemeriksaan sepitas terhadap sumber pustaka yang tersedia dan dikaitkan dengan masalah penelitian yang akan diteliti. Dengan penelusuran awal ini, bila diperoleh banyak sumber pusataka yang relevan dan mendukung penelitian.
2. Penelusuran Sekunder
Penelusuran dilakukan terhadap sumber pustaka secara lebih mendalam dan kritis dan relevan dengan masalah penelitian. Sumber pustaka yang diperoleh diharapkan yang terbaru dan komprehensif baik berupa buku bacaan rujukan maupun laporan riset.
3. Penelusuran komputer dan manual
Tinjauan pustaka teori dapat telusuri dan disusun dan berbagai sumber lain yang dapat diakses melalui:
a. Komputer, yaitu sumber pustaka yang berasal dari data base perpustakaan maupun dari website yang menyediakan jurnal-jurnal penelitian.
b. Cara manual, yaitu menelusuri pustaka dengan menggunakan indeks dan abstrak penelitian serta katalog buku perpustakaan.

C. Jenis Pustaka
Penelitian yang baik pada dasarnya didukung oleh bahan pustaka yang memadai. Sehingga seseorang yang akan melakukan penelitian harus akrab dengan pustaka. Bahan pustaka tersebut dapat digunakan digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Buku
Buku yang diterbitkan dan terdaftar pada katalog perpustakaan nasional
2. Penerbitan berkala: majalah, jurnal, buletin
3. Harian atau surat kabar yang memuat artikel terkait topik penelitian.
4. Karangan ilmiah yang tidak diterbitkan seperti makalah ilmiah, skripsi, thesis dan disertasi.
5. Laporan penelitian (LIPI, Litbangkes, Lembaga Riset) .
6. Laporan isnstansi resmi (Profil Kesehatan Provinsi atau Kabupaten, SP2TP Puskesmas).

D. Penulisan Tinjauan Pustaka
Setelah bahan pustaka diperoleh, langkah selanjutnya adalah menyusun dan menulis tinjauan pustaka atau landasan teori. Tinjauan pustaka disusun dan ditulis dengan menggunakan beberapa kaidah seperti kaidah menulis dan mengutip.

Uraian dan contoh penulisan serta pengutipannya sebagai berikut:
1. Mengutip dan menulis rujukan
a. Cara mengutip langsung dan menyebutkan rujukannya.
Kutipan yang berjumlah kurang dari 40 kata, maka harus dicantumkan tanda kutip diawal dan diakhir kutipan.
Contoh: Potter menjelaskan bahwa “berat badan merupakan salah satu indikator keadaan gizi seseorang”, (1998 hal 12)

Apabila kutipan berjumlah lebih dari 40 kata tidak perlu menggunakan tanda kutip dan halam rujukan penulis diakhir kutipan.
Contoh:
Menurut Rahardjo (1992) salah satu cara pemantauan DJJ dapat dilakukan dengan….dst (hal 76).

b. Mengutip tidak langsung dan menyebutkan rujukannya
1) Rujukan yang ditulis oleh satu orang penulis
Apabila penulis menyimpulkan tulisan penulis lain, maka nama akhir atau keluarga penulis yang dikutip ditempatkan dalam kurung pada akhir tulisan disertai dengan tahun penerbitannya.
Contoh: Pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih merupakan cara yang … dst (Kozier, 1996).

Atau menulis nama penulis dan tahun penerbitannya dalam kurung kemudian kesimpulan tulisan.
Contoh: Kozier (1996) menyimpulkan bahwa, pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih merupakan … dst.

2) Rujukan yang ditulis oleh dua orang atau lebih
Tulis kedua nama akhir atau keluarga para penulis tersebut dengan menggunakan simbol “&” atau menggunakan kata “dan”.
Contoh:
a) Penggunaan alkohol pada tali pusat hingga saat ini …dst (Machmud & Brastito, 1995)
b) Machmud dan Brastito (1995) menyatakan bahwa penggunaan alkohol pada tali pusat hingga saat ini … dst.

Atau menulis nama penulis dan tahun penerbitannya dalam kurung kemudian kesimpulan tulisan.
Contoh: Kozier (1996) menyimpulkan bahwa, pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih merupakan … dst.

3) Rujukan yang ditulis tiga sampai dengan lima orang penulis
Untuk pertama kali mengutip tulisan, nama akhir atau keluarga semua penulis ditulis.
Contoh: Erlangga, Prayudi dan Gilrandy (1999) menyimpulkan bahwa …dst

Selanjutnya bila kita mengutip dari rujukan tersebut lagi, maka cukup ditulis nama akhir/keluarga penulis pertama saja ditambah et.al.
Contoh: Erlangga et.al (1999) menyimpulkan bahwa … dst.

4) Rujukan yang ditulis lebih dari lima orang penulis
Sejak pertama kali digunakan sebagai rujukan hanya nama akhir atau keluarga penulis pertama saja yang ditulis ditambah et.al.
Contoh: Sebuah buku dikarang oleh Ananto, Wibowo, Sutopo, Sumpeno, Kartini, dan Anas, maka cara menulis sumber rujukannya adalah: Ananto et.al (1989) menyimpulkan bahwa permasalahan tersebut…dst.

Bila beberapa tulisan dari pengaran yang berbeda digunakan dalam satu bahasan, maka urutan penulisan para pengarang tersebut mengikuti abjad.
Contoh: Beberapa ahli (Abdullah, 1999; Hamzah, 1987; Kartono, 2001) dapat menyimpulkan tentang batasan kepuasan pasien yaitu sebuah ungkapan…dst.

5) Menyebutkan nama penulis yang dikutip oleh penulis buku yang sedang kita rujuk.
Contoh: Suhardi dalam Monica (1997) menyatakan bahwa keterbatasan gerak yang dilakukan oleh pasien pasca Sectio diakibatkan oleh adanya …dst.

2. Menulis Daftar Pustaka
Pengetikan daftar pustaka dengan urutan sebagai berikut: Nama akhir atau keluarga penulis, tahun terbit, judul kota penerbit dan penerbit. Lebih terinci cara penulisannya sebagai berikut:
a. Penulis buku satu orang
Contoh: Sugiyono (1999). Statistik untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.

b. Penulis dua atau tiga orang
Contoh: Aronaga, Kartini & Abdulah (1994). Madu dan Kandungan manfaatnya. Yogyakarta; Andi (Offset).

c. Penulis lebih dari satu orang
Contoh: Nettina et.al (2001). Manual nursing practice. (Second Edition). New York; Mc. Graw Hill.

d. Terjemahan
Contoh: Brockopp (1999). Riset dan aplikasinya. Diterjemahkan oleh Asih. Jakarta; EGC.

e. Buku dengan Editor
Contoh: Tapen (Ed) (2001). Management Concept and leadership. London’ Lippincott.

f. Dokumen
Contoh: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes RI Nomor 1239/Permenkes/III/2001. Tentang Praktek Keperawatan. Jakarta.

g. Karya Ilmiah (Thesis, skripsi dan sejenisnya)
Contoh: Saputra (2003). Perbedaan tekanan darah yang diukur berdiri dan berbaring ditempat tidur. Karya tulis ilmiah tidak diterbitkan. Poltekkes Tanjungkarang. Bandar Lampung.

h. Laporan
Contoh: Suyanto (2003). Faktor penghambat dan pendukung penyusunan KTI mahasiswa. Laporan penelitian Poltekkes Tanjungkarang. Bandar Lampung.

i. Buku Tahunan
Contoh: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (2003). Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2003. Bandar Lampung.

j. Hasil Seminar/Simposium/Konferensi
Contoh: Setiawan. Seminar Sehari; Perawatan pasien Eklampsia 27 Juli 1996. Bandar Lampung.

k. Karangan dalam majalah/buletin/surat kabar
Contoh: Wahid (1999). Citra Bidan dan Perawat di Kalangan profesi kesehatan. Buletin Medika 5 (2). 34-37.

l. Internet
Contoh:
http://www.nursingcentre.com.Job on Vacancy. Week26.2000.


Sumber: Suyanto & Salamah, Riset Kebidanan. 2008.

]]>
http://kti-skripsikeperawatan.com/rss-comments/