Kategori
10 Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip
Segera dan Miliki

kti-skripsi e-book

KTI-SKRIPSI Keperawatan ini berupa Seluruh materi versi lengkap dalam format ms-word (*.doc) Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka. Untuk Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Skripsi Keperawatan  ini

Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar Rp.100.000,-per judul (harga suatu saat berubah)  dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Bab I s/d Bab V dan DaftarPustaka, daftar lampiran,tabel2). Berminat silahkan lihat tata Cara pemesanan?

Iklan Anda

Anda berminat  kerjasama dengan kami silahkan hubungi Kami

Yahoo Messenger


 


Anda Pengunjung ke:

Usefull Link

Rahasia Tersembunyi Metode Mencari Uang
di Internet Akhirnya Diungkap 70 jt/bln...
klik disini

"LEBIH DARI 400 CONTOH ASKEP (ASUHAN KEPERAWATAN) DENGAN FORMAT DOC SIAP DIGUNAKAN, AKAN ANDA DAPATKAN...." klik disini

300 askep download, free... klik disini

 

HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR

Memasuki awal tahun pertama pembangunan jangka panjang tahap II. Pembangunan Gerakan Keluarga Berencana Nasional ditujukan terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keluarga sebagai kelompok sumber daya manusia terkecil yang mempunyai ikatan batiniah dan lahiriah. Dimana merupakan pengembangan sasaran dalam mengupayakan terwujudnya visi Keluarga Berencana Nasional yang kini telah diubah visinya menjadi “Keluarga Berkualitas Tahun 2005” keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang  Maha Esa. Misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak – hak reproduksi, sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. (Sarwono, 2003)

Berbicara tentang kesehatan reproduksi banyak sekali yang harus dikaji, tidak hanya tentang organ reproduksi saja tetapi ada beberapa aspek, salah satunya adalah kontrasepsi. Saat ini tersedia banyak metode atau alat kontrasepsi meliputi IUD, suntik, pil, implant, kontap, kondom. (BKKBN, 2004)

1

Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik yang digunakan adalah Noretisteron Enentat (NETEN), Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan cyclofem. (Sarwono, 1998)

Kontrasepsi suntik memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelemahan dari kontrasepsi suntik adalah terganggunya pola haid diantaranya adalah amenorhoe, menoragia dan muncul bercak (spotting), terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, pertambahan berat badan 2 kg dari berat badan pada kunjungan pertama (Saifuddin, 2003). Pertambahan berat badan disebabkan oleh retensi cairan, bertambahnya lemak pada tubuh, dan meningkatkan selera makan (Hartanto, 2004)

Pencapaian peserta KB aktif semua metode kontrasepsi pada bulan Desember 2003 di AAA sebanyak 5.380.243 peserta atau 107,8 % dari PPM sebesar 4.989.050 yang terdiri atas 1.082.934 peserta IUD (81,60 % dari PPM sekitar 1.327.100), 18.941 peserta MOP (109,17 % dari PPM sebesar 17.350), 337.937 peserta MOW (101,60 % dari PPM sebesar 332.600), 472.500 peserta implant (78,11 % dari PPM sebesar 604.900), 2.281.238 peserta suntikan (163,06 %) dari PPM sebesar 1.030.400), 22.025 peserta kondom dan obat vaginal (7,93 % dari PPM sebesar 277.700). Pencapaian tertinggi pada suntikan sebesar 163,06 %, terendah pertama adalah kondom dan obat vaginal (7,93 %). (BKKBN, 2003)

Kegiatan pelayanan kasus efek samping pada bulan Desember 2003 di AAA, pelayanan kasus efek samping yang tertinggi dari peserta KB suntikan yaitu sebesar 2.672 kasus atau 54,8 %, berikutnya diikuti peserta IUD sebesar 951 kasus atau 19,5 %. Sedangkan jumlah kasus terendah terdapat pada peserta KB kondom yaitu sebesar 0,0 %. (BKKBN, 2003)

Berdasarkan studi pendahuluan di BPS Enny Juniati Sutorejo Surabaya didapat jumlah KB pada bulan Januari sampai dengan bulan Desember 3054 akseptor dengan data sebagai berikut : kontrasepsi suntik (85,8%), kontrsepsi pil (13,8%), kontrasepsi IUD (0,2%), kontrasepsi Implant (0,06%), kontrasepsi suntik yang mengalami peningkatan berat badan (68,6 %), spotting (19,1%), amenorhoe (21,3%), kontrasepsi pil yang mengalami peningkatan berat badan (47,3%), spotting (31,2%), amenorhoe (21,3 %), kontrasepsi IUD yang mengalami peningkatan berat badan (42,8%), spotting (28,6%), amenorhoe (28,6%), dan kontrasepsi Implant yang mengalami peningkatan berat badan (50%), spotting (50%), amenorhoe (0%)

Melihat dari uraian diatas masalah yang ada adalah tingginya penggunaan alat kontrasepsi suntik dan tingginya efek sampingnya dibanding penggunaan alat kontrasepsi yang lainnya. Efek samping kontrasepsi suntik yang paling tinggi frekuensinya yaitu peningkatan berat badan. Dan untuk mendapatkan gambaran nyata tentang kejadian peningkatan berat badan yang dialami akseptor kontrasepsi suntik maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan

 

36 Halaman, 16 daftar pustaka

Sat, 21 Nov 2009 @12:29
Tags: kti akbid kti suntik kb


5 Komentar
image

Sat, 5 Dec 2009 @12:32

syinta

mau dong...

image

Fri, 11 Dec 2009 @11:59

ria

pengen yang lebih banyak dunk...
biar banyak pilihan...:-)
Thanks

image

Mon, 28 Dec 2009 @20:09

ade

mau liat dunk,pngen tw bnyk ni

image

Tue, 19 Jan 2010 @14:12

lia

mw donk

image

Wed, 10 Feb 2010 @13:45

zeni

yg bnyak lg dunk q perlu bngt ni,,,,
tolong yachhhhhhhhhhh


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+0+7

Copyright © 2010 KTI-SKRIPSI KEPERAWATAN-KESEHATAN · All Rights Reserved



Powered by DBS webmatic