
Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar Rp.100.000,-per judul (harga suatu saat berubah) dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Bab I s/d Bab V dan DaftarPustaka, daftar lampiran,tabel2). Berminat silahkan lihat tata Cara pemesanan?
Rahasia Tersembunyi Metode Mencari Uang
di Internet Akhirnya Diungkap 70 jt/bln... klik disini
"LEBIH DARI 400 CONTOH ASKEP (ASUHAN KEPERAWATAN) DENGAN FORMAT DOC SIAP DIGUNAKAN, AKAN ANDA DAPATKAN...." klik disini
300 askep download, free... klik disini
Latar Belakang
Pesatnya peningkatan teknologi bidang pelayanan kesehatan yang dibarengi dengan semakin kompleknya kebutuhan masyarakat modern akan sistem pelayanan kesehatan, memberikan pengaruh terhadap para praktisi kesehatan dalam mengimplementasikan sistem pelayanan kesehatan masyarakat, tidak terkecuali bagi perawat. Pada era globalisasi ini seorang perawat dituntut untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Untuk mencapai kualitas pelayanan kesehatan yang baik maka seorang perawat dituntut untuk menjadi perawat profesional.
Perawat profesional antara lain harus mampu: bertanggung jawab dan bertanggung gugat, dapat mengambil keputusan secara mandiri, melakukan kolaborasi dengan disiplin ilmu lain, mempunyai otonomi dalam pekerjaannya, advokasi, serta memfasilitasi kepentingan pasien (Lukimon, 2004). Sementara hasil penelitian yang dilakukan Departemen Kesehatan dan Universitas Indonesia tahun 2005 menunjukkan 78,8 % perawat melaksanakan tugas petugas kebersihan dan 63,3 % perawat melakukan tugas administrasi. Lebih dari 90 % perawat melakukan tugas non keperawatan, seperti menetapkan diagnosis penyakit dan membuat resep obat. Hanya 50 % perawat yang melaksanakan asuhan keperawatan sesuai fungsinya.(Syaifoel, 2006, Batas Kewenangan Independent Nurs Practitoner, http:/www.Kompas Com).
Kenyataan yang ada saat ini menunjukkan bahwa perilaku tenaga keperawatan masih sangat tergantung pada medis, mereka belum secara profesional menetapkan asuhan keperawatan secara mandiri (Indirawati, 2001). Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan belum sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang meliputi: Standar pengkajian, standar diagnosa, standar perencanaan, standar pelaksanaan dan standar evaluasi (Afrida, 2003).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan otonomi perawat di rumah sakit diantaranya adalah: 1) Faktor kebijakan rumah sakit yang tidak memiliki kerangka dan batasan kerja untuk perawat. 2) belum adanya sistem registrasi yang mapan dan 3) persoalan kode etik. Segala bentuk praktek pelayanan kesehatan yang dilakukan perawat terkesan tidak terikat oleh kode etik profesi. Kelemahan diunsur otonomi profesi ini mendudukkan perawat pada posisi yang lemah. (Syaifoel, 2006, Batas Kewenangan Independent Nurs Practitioner, http:/www.Kompas Com).
Rendahnya otonomi kerja yang diberikan kepada perawat didukung oleh tingginya beban kerja non fungsi perawat berdampak pada stress kerja yang dialami perawat. Faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat antara lain adalah: kondisi pasien, jumlah pasien, tingkat ketergantungan pasien serta waktu yang diperlukan untuk setiap tindakan keperwatan terhadap pasien baik secara langsung maupun tudak langsung (Mansyur, 2004).
Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan perawat merasa tidak puas dengan pekerjaan yang dilakukannya karena pekerjaan tersebut bukan bagian dari wewenangnya sebagai perawat.
Bila seseorang punya beban kerja yang tinggi maka akan mempengaruhi kepuasan kerja (Soehartati, 2007, Hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja, http:/www.inna ppni.Com)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat diantaranya adalah: komponen upah atau gaji, pekerjaan, pengawasan, promosi karir, kelompok kerja dan kondisi kerja. Kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh: status profesional, persyaratan tugas, pembayaran, kebijakan organisasi dan otonomi (Eugenia, 2000).
Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa dari total perawat yang bertugas di ruang Dahlia 1 dan paviliun berjumlah 31 orang, rata-rata jumlah perawat pelaksana yang bertugas per shif 3 orang dan rata-rata 1 perawat memegang 4 pasien dengan tinggat ketergantungan parsial. 75% perawat menyatakan puas dengan pelaksanaan otonomi perawat di ruangan dan 25% perawat menyatakan tidak puas. 75% perawat menyatakan tidak puas dengan tingginya beban kerja perawat di ruangan dan 25 % perawat menyatakan puas.
Wed, 27 Jan 2010 @14:17DHAFIN |
Tue, 9 Feb 2010 @09:12dhafin |
Thu, 11 Feb 2010 @09:14jingga |
Copyright © 2010 KTI-SKRIPSI KEPERAWATAN-KESEHATAN · All Rights Reserved
Powered by DBS webmatic